Pages

Jumat, 05 Februari 2016

KONI Harapkan Manajemen Rio Haryanto Pro-Aktif Cari Sponsor

Jakarta – Manajemen Rio Haryanto, PT Kiky Sport diminta pro-aktif mencari sponsor lain agar bisa tampil di Formula 1 (F1) musim ini. Jika hanya mengandalkan bantuan pemerintah yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga sebesar Rp 100 miliar, dikhawatirkan pebalap asal Solo tersebut dicoret dari tim Manor Marussia. Apalagi, tenggat waktu yang diminta Manor sudah habis sejak pekan lalu.
"Manajemen Rio harus aktif. Kalau nunggu APBN, ada beberapa prosedur yang harus dilalui. Semestinya Pertamina itu yang didekati karena katanya sudah menyiapkan Rp 78 miliar," ujar Sekjen KONI Pusat, EF Hamidy, usai penyerahan bantuan peralatan latihan dan pertandingan untuk kepada PB Persatuan Soft Tenis Indonesia (PB Pesti), di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis (4/2).
Menurut Hamidy, Pertamina akan lebih mudah mencairkan dana Rp 78 miliar dibandingkan Kempora. Alasannya, anggaran yang dipakai itu merupakan dana Coorporate Social Responsibility (CSR).
"Pertaminalah yang harus dikejar. Katanya, Pertamina tidak akan mengucurkan anggaran kalau Kemenpora tidak mencairkan lebih dulu. Kalau model begitu tidak akan ketemu, seperti ayam telur ayam telur, duluan mana. Apalagi ini kan sudah perintah Bapak Presiden untuk membantu Rio,” ungkap Hamidy.
Untuk bantuan Kempora, dananya nanti akan disalurkan melalui KONI Pusat. Ini juga sudah sesuai nota kesepahaman (MoU) antara Kempora, KONI Pusat dan manajemen Rio tentang pemberian bantuan untuk Rio Haryanto menuju F1 yang sudah diteken dua pekan lalu. Menurutnya, untuk anggaran Kempora masih menunggu proses pencairan dari Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan.
"Uangnya pasti cair, tapi kan masih menunggu proses. Kalau manajemen Rio menunggu, takutnya nama Rio sudah dicoret dari Manor. Jadi solusinya, lebih baik pihak Rio cari sponsor lain dulu atau dekati Pertamina,” jelas dia.
Mengenai adanya kecemburuan dari atlet atau cabang olahraga lain, Hamidy meminta semua pihak tak mempersoalkannya. Pria yang juga menjabat Pjs Ketua Umum PB Persani itu, kalau kondisi keuangan negara memadai, maka semua cabang olahraga akan diberi merata.
"Sepintas memang kurang adil. Tapi ketika keuangan negara belum maksimal, tentu harus ada prioritas. Kita harus berpikir ke situ. Ini kesempatan Rio ke F1. Kalau tahun ini ada peluang, kenapa tidak diambil karena belum tentu tahun depan bisa mencapainya,” tutup dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar