Pages

Jumat, 05 Februari 2016

Kunjungi Masjid Pertama Kali, Obama Hapus Prasangka Anti-Islam

Baltimore - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke sebuah masjid di Baltimore, Amerika Serikat (AS), hari Rabu (3/2). Obama berusaha menghapus kesalahpahaman atau bias yang sering dituduhkan oleh warga Amerika kepada umat Muslim di sana, termasuk rasa takut terhadap Islam (Islamofobia).
Obama mengaku ingin membantah retorika politik yang tidak termaafkan terhadap umat Muslim Amerika dari para kandidat presiden Partai Republik. Menurutnya, citra Islam sering mengalami distorsi terutama karena aksi-aksi terorisme. Di sisi lain, dia mendorong umat Muslim Amerika untuk bersuara melawan teror karena mereka penting bagi bangunan Amerika.
“Saya akan perjelas semampu saya sebagai Presiden Amerika Serikat. Anda tepat berada di sini. Anda tepat dimana Anda berada. Anda juga bagian dari Amerika,” kata Obama kepada orang-orang yang hadir di Masyarakat Islam Baltimore, yaitu sebuah masjid berusia 47 tahun yang selalu dipenuhi oleh ribuan jemaah di negara bagian Maryland.
Kunjungan Obama ini dilakukan setelah tujuh tahun menjabat sebagai presiden. Obama memfokuskan pesan-pesannya kepada toleransi beragama dan persatuan serta mendorong semua warga Amerika untuk menghapuskan prasangka anti Islam.
“Sebuah serangan ke suatu agama adalah serangan kepada semua agama. Kita harus konsisten mengutuk retorika kebencian, tidak satu pun dari kita bisa menjadi pengamat yang fanatik,” ujarnya.
Obama juga mengakui Muslim Amerika selalu harus bersumpah atas tindakan yang dilakukan salah satu ekstrimis, sedangkan suku atau kelompok agama lain tidak perlu bersumpah atas apa yang dilakukan seseorang dari komunitas mereka. Misalnya, ketika pria kulit putih asal Carolina Selatan, Dylann Roof, menewaskan sembilan jemaat kulit hitam di sebuah gereja, bulan Juni lalu.
“Anda bukan Muslim atau Amerika, Anda Muslim dan Amerika. Jangan bertumbuh secara sinis. Jangan menanggapi kebodohan pandangan dunia yang menyatakan Anda harus memilih antara iman dan patriotisme. Jangan percaya Anda harus memilih diantara kedua dorongan terbaik itu,” kata Obama.
Obama memulai kunjungannya ke sebuah masjid di pinggiran Baltimore dan melakukan diskusi meja bundar dengan para pemimpin komunitas Muslim di sana. Para anggota komunitas masjid itu mengecam meningkatkan unsur-unsur ekstrimis yang memelintir ayat-ayat Islam menjadi ideologi kekerasan, sehingga memungkinkan warga Muslim yang tak berdosa menerima serangan karena minoritas radikal tersebut.
Obama mengatakan Masyarakat Islam Baltimore di Catonsville menerima ancaman sebanyak dua kali tahun lalu. “Kita semua satu keluarga Amerika, dan ketika setiap bagian dari keluarga kita mulai merasa menjadi kelas dua atau terpisah atau ditargetkan, itu melukai bangunan bangsa kita,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar