Home »
Mancanegara
» KTT Luar Biasa OKI Bahas Nasib Palestina
KTT Luar Biasa OKI Bahas Nasib Palestina
Posted by Unknown
Posted on 03.14.00
with No comments
Jakarta – Perseteruan Israel dan Palestia seperti tiada habisnya, bahkan semakin memanas akibat perebutan Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, sebagai tempat beribadah. Oleh karenanya, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa yang bertujuan membahas masalah kemerdekaan Palestina dan perkembangan situasi di Kota Suci Yerusalem.
Menurut rencana, KTT Luar Biasa OKI akan diadakan di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, pada 6-7 Maret 2016.
Direktur Jenderal bidang Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia Hasan Kleib mengatakan KTT luar biasa tersebut atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Menurut Hasan, Presiden Abbas melihat masalah di Yerusalem khususnya di Masjid Al-Aqsa semakin mengkhawatirkan.
Kekhawatiran tersebut kian diperparah dengan redanya semangat menjalani proses perdamaian Israel dan Palestina yang selama ini didorong oleh empat kekuatan besar (kuartet), yakni Rusia, Amerika Serikat (AS), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Uni Eropa (UE).
Hal ini dikarenakan tersitanya perhatian negara-negara di kawasan itu dengan masalah-masalah Suriah, Yaman, kelompok teroris Negara Islam (NI), yang pada akhirnya berujung pada beralihnya perhatian masyarakat internasional.
Pelaksanaan KTT luar biasa ini sebelumnya akan digelar di Maroko, yang mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun karena ada satu dan lain hal maka menteri luar negeri Palestina dan sekjen OKI meminta Indonesia menjadi tuan rumah.
“Kami sudah menerima tawaran itu, karena ini adalah refleksi dukungan kita terhadap perjuangan rakyat Palestina. Kami adar betul situasi di Yerusalem semakin mengkhawatirkan,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/2).
Dia menjelaskan, dalam kegiatan KTT ini setidaknya akan ada 5 pembahasan, yaitu pembatasan, permukiman Israel di wilayah Yerusalem, status Yerusalem, kembalinya pengungsi Palestina ke wilayahnya dan air yang berada di sungai Yordan, Tepi Barat.
KTT luar biasa juga akan mengundang 56 negara anggota OKI. Selain anggota, OKI juga berencana mengundang negara-negara peninjau (observer), Thailand, Bosnia dan Herzegovina, Rusia, dan Republik Afrika Tengah.
Para anggota kuartet juga akan diundang untuk hadir sehingga dapat melihat bagaimana pandangan, posisi dan harapan negara OKI terhadap isu Palestina.
Namun Hasan menegaskan tidak ada perwakilan dari Israel yang akan hadiri KTT OKI. “Israel tidak diundang ya, karena bukan anggota OKI. KTT OKI hanya bahas Palestina dan Al Quds. Tidak ada juga negosiasi dengan Israel,” tambahnya.
Hasan menjelaskan, ada dua hal yang akan dicapai dalam KTT ini yaitu Final Komunike berisi posisi dasar negara-negara OKI terhadap Palestina. Kedua, Deklarasi Jakarta yang berisi langkah-langkah yang diperlukan negara-negara OKI dalam membahas Palestina secara keseluruhan.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi untuk mempersiapkan penyelenggaraan KTT sebaik-baiknya. “Indonesia telah sukses menyelenggarakan KTT Asia Afrika pada 2015 lalu. Saya ingin KTT luar biasa OKI juga sukses,” kata Presiden.
Jokowi mengatakan, Indonesia harus memberikan pelayanan yang baik dan memastikan kehadiran para Kepala Negara/Kepala Pemerintahan, pengamanan, dan fasilitas pendukung lainnya.
“KTT ini menjadi bagian dari upaya kita menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman, warganya ramah sehingga menarik untuk dikunjungi. Dan, warga Muslimnya mengusung Islam yang toleran, Islam sebagai rahmat bagi alam semesta,” ujar Presiden Jokowi.



0 komentar:
Posting Komentar