Home » » Pemimpin Negosiasi Oposisi Suriah Pesimistis pada Perundingan Damai

Pemimpin Negosiasi Oposisi Suriah Pesimistis pada Perundingan Damai

Jenewa – Kepala juru runding oposisi Suriah Mohammed Alloush mengatakan dalam perundingan damai di Jenewa, Rabu (3/2), bahwa dirinya merasa pesimistis tentang serangkaian upaya untuk mengakhiri peperangan yang telah melanda negerinya selama 5 tahun.
Alloush, yang juga anggota kelompok pemberontak Tentara Islam, menyampaikan kepada wartawan bahwa mereka didesak untuk membentuk pemerintah persatuan dengan para anggota rezim. Dia menganggap desakan itu dilakukan oleh orang-orang yang sedang berhalusinasi.
“Siapapun yang menginginkan kami masuk ke dalam pemerintah bersatu dengan para preman pembunuh anak-anak pasti sedang berhalusinasi,” katanya, beberapa menit sebelum menuju ke lokasi rapat dengan kelompok oposisi utama, Komite Negosiasi Tingkat Tinggi (HNC).
Menurut sumber dari kelompok oposisi, sebelumnya, pada Rabu pagi waktu setempat, pihak HNC sedang berada dalam pembicaraan internal untuk membahas langkah-langkah berikutnya Ini dilakukan usai melakukan pertemuan serupa yang menegangkan di malam sebelumnya.
Saat ditanya apakah masalah pengelompokkan akan dibahas hari ini, namun sebaliknya, Alloush mencengkeram gambar seorang bocah laki-laki yang dia katakan terluka parah akibat serangan udara Rusia di Suriah.
“Masalahnya bukan pada utusan PBB Staffan de Mistura. Masalahnya adalah dengan rezim kejahatan yang sebagian besar membinasakan anak-anak dan dengan Rusia yang selalu mencoba berdampingan dengan para penjahat,” kata Alloush.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis HNC, Alloush menambahkan, solusi politik sangat penting bagi HNC, namun itu tidak lebih berharga dari darah rakyat Suriah.
Alloush juga menuding Pemerintah Suriah menganggu peluang untuk mencapai tahap perudingan dengan menolak mengeksekusi syarat-syarat kemanusiaan yang diajukan HNC.
Di sisi lain, pengangkatan dirinya sebagai kepala juru runding telah menuai kontroversi. Pemerintah Suriah dan Rusia kerap kali merujuk Tentara Islam sebagai teroris.
Alloush, yang berusia 40 tahun ini, juga mengatakan pasukan kurdi yang memerangi kelompok jihad di bagian timur laut Suriah merupakan cabang dari rezim.
Kepada wartawan dia menyampaikan bahwa HNC akan mengambil keputusan dalam dua hari namun tidak menyebutkan dengan jelas keputusan tentang apa.
Kepala HNC dan mantan Perdana Menteri Suriah Riad Hijab dijadwalkan tiba di Swiss, Rabu waktu setempat, demikian disampaikan juru bicara HNC.
Perundingan yang ditengahi PBB di kota Swiss ini bertujuan mengakhiri perang Suriah yang telah merenggut lebih dari 260.000 korban jiwa.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebutkan, Rabu, bahwa ia tidak melihat adanya alasan untuk menghentikan serangan udara. Dia juga mengecam elemen-elemen yang kerap kali berubah di dalam HNC dan penyelundupan senjata dari Turki ke Suriah.
“Serangan udara Rusia tidak akan berhenti sampai kami benar-benar mengalahkan teroris organisasi ISIL dan Jabhat al-Nusra,” kata Lavrov di Oman, seperti dikutip kantor berita
Pernyataan Lavrov itu merujuk pada Islamic State atau Negara Islam (NI), yakni sebuah kelompok ekstremis yang telah menguasai sejumlah besar wilayah Suriah dan Irak serta mengklaim berada di balik aksi-aksi pengeboman dan penembakan di seluruh dunia, seperti yang terjadi di Paris.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Sekilaz Aja - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger